Posted in Creepy, Drabble, Horror, PG-17, Psycho, School Life

[1st Walkin’ in The Brain] How Can? (Drabble-Mix)

HIW CAN

H o w  C a n ?

Drabble-mix by jihyeonjee98 [6-drabble(s)]

School-life, Creepy!Horror&Psychology | [MX’s] Shin Hoseok (Wonho) & Chae Hyungwon

Rate; PG17 [for 3rd and 5th]

I just own the plot. The cast(s) belong to god and his agency. Don’t do ctrl+c > ctrl+v without my permission.

(WARNING! POSTER MENIPU)

Keanehan-keanehan terus saja terjadi. Tidak hanya disekolah, orang-orangpun bisa menjadi sangat aneh. Bingung!

—o—

 

[1st] Jarum Jam

Hoseok seringkali mengutuk dirinya sendiri perihal pekerjaan yang baru saja diterimanya ini. Well, mencatat keuangan sekolah bukanlah perkara mudah yang bisa diselesaikan dalam waktu hitungan detik. Sering kali Hoseok harus mengerjakan laporan hingga menginap di sekolah. Kalau saja Hoseok boleh memilih, maka dua pekan lalu Hoseok akan menyerahkan lamaran sebagai petugas kebersihan sekolah, bukanlah pegawai tata usaha.

Tali kesabaran Hoseok semakin menipis saja kala malam mencekam dirinya masih berkutat dengan setumpukan berkas-berkas—yang katanya sialan—belum lagi ditimpali dengan suara jarum jam yang seakan terdengar menggema berkat microfon. Oh Tuhan, kalau saja Dewa Neptunus mengabulkan permintaan, pastinya Hoseok ingin jam dinding itu dimusnahkan saja.

Namun, sekelebit hipotesa mengoar dinalar Hoseok. Lelaki itu bukanlah penyuka jam tangan, pun tidak pernah sekalipun mengenakannya. Kendati suara jarum jam terus saja menginterupsi seakan ingin diperhatikan. Belum lagi Hoseok menyadari,

.

Jam dinding diruangan tata usaha sedang rusak. Lantas, bunyi jarum jam itu….

[2nd] Lagu Yang Bagus!

Malam ini, Hyungwon mendapat giliran bertugas malam. Hyungwon sedikit bersyukur; pasalnya, lelaki berpostur—cukup—kurus ini memang tipikal lelaki yang lebih aktif pada malam hari. Daripada hanya menonton serial horor ataupun mengelilingi kota tanpa tujuan, lebih baik berjaga sekolah, ‘kan? Selain mendapat penghasilan tetap, Hyungwon juga bisa memanfaatkan sisi insomnianya—sekaligus mencoba hal-hal berbau horor, contohnya—.

Saat itu Hyungwon tengah mengitari sekolah dengan telinga yang tersumbat oleh headset. Itu memang kebiasaannya, mendengar lagu lantas ikut bernyanyi. Tak jarang pula Hyungwon akan mulai menggerakkan badannya untuk sekedar menari mengikuti irama.

“Lagu ini tumben banget diputar, siapa ya, penyanyinya?”

Lantas Hyungwon meraih ponselnya yang terselip disaku celana. Namun sekon berikutnya Hyungwon bergeming, irisnya membulat sempurna saat maniknya menatap layar ponsel, “Ponselku, mati….”

“Hehe,” interupsi seorang gadis, “suara saya bagus ya, pak?” lanjutnya kemudian.

Hyungwon masih mencari-cari keberadaan gadis tersebut sebelum akhirnya Hyungwon menyadari; gadis itu tengah tergantung di atas kepalanya, kedua bola matanya seakan ingin keluar, dan pergelangan tangannya yang terpotong terus meneteskan darah.

[3rd] Selamatkan!

Bukk!

Hoseok lantas bangkit dari tempat duduknya dan menyeret tungkainya cepat menuju arah datangnya suara. Irisnya membulat sempurna kala melihat seorang gadis—yang notabenenya adalah siswi di sekolahnya baru saja terjatuh dari lantai paling atas. Hoseok mendongak, mendapati Hyungwon tengah menengok dari atas sana. Lantas tanpa berfikir panjang, Hoseok menghampiri Hyungwon dilantai paling atas sekolah.

“Kau tidak bisa menyelamatkannya?”

“Bisa, aku bisa.”

“LANTAS MENGAPA TIDAK KAU SELAMATKAN?”

Hyungwon sedikit terkejut mendengar pekikan Hoseok barusan. Hyungwon membela diri,

.

“Gadis itu minta dibuang saja kebawah, ya aku buang saja dia kebawah!”

[4st] Ambilkan!

“Maaf pak malam-malam mengganggu, saya butuh surat keterangan untuk melamar pekerjaan.” Sapa seorang gadis yang ditemui Hoseok di loby sekolah.

Hoseok membalasnya dengan sesimpul senyuman, “Ah haruskah malam ini? Baiklah ikuti aku,” tutur Hoseok kemudian. Sejujurnya Hoseok tengah mengumpat dalam hati. Pasalnya; jam di ponsel sudah menunjukkan pukul sepuluh dan harusnya Hoseok hendak menuju kediamannya. Bukannya masih mengurusi surat keterangan malam suntuk seperti ini.

Butuh waktu untuk mencapai lokasi tujuan, dan juga dimalam mencekam lorong-lorong sekolah sangat menyeramkan. Beberapa sekon waktu yang dibutuhkan Hoseok untuk mencerna pendengarannya. Tidak ada suara langkah kaki yang mengekorinya sejak diloby sekolah tadi.

Hoseok masih penasaran. Lantas dengan sengaja lelaki itu menjatuhkan pulpen dan menunduk untuk mengambilnya, maniknya samar-samar mencuri pandang ke arah gadis yang ada dibelakangnya, “Sial, kakinya di mana?” batin Hoseok berucap. Sekon kemudian iris Hoseok membulat sempurna, gadis yang tadinya tersenyum kepadanya kini menyeringai, kedua bola matanya jatuh kebawah, namun irisnya masih bergerak kesana-kemari. “Sial! Aku harus lari!” pekik Hoseok lantas memacu pergerakan tungkainya.

“Pak, mau kemana? Ambilkan dulu bola mata saya!”

[5th] Berhentilah menangis!

“Sudah! Berhentilah menangis!”

Hoseok tidak tahu cara apa lagi yang bisa lelaki itu gunakan untuk membuat Hyungwon berhenti menangis. Perkara Hyungwon yang secara gamblang melempar seorang gadis dari atas gedung membuatnya harus dipecat dari pekerjaannya sebagai penjaga sekolah.

Hoseok merasa dirinyalah teman yang paling mengerti kehidupan Hyungwon—Hoseok tahu setelah ini, Hyungwon pasti akan kebingungan untuk melanjutkan hidup lantaran tidak memiliki penghasilan. Menurut Hoseok, ini memanglah keputusan yang sangat bijak. Akan tetapi, Hyungwon terus saja menangis, tersedu-sedu bahkan terdengar sangat menyeramkan.

Hoseok tidak habis pikir lagi, mengapa Hyungwon terus saja menangis, padahal Hoseok sudah memenggal kepalanya. “Pergi saja, sana! Bagaimana bisa dia menangis terus?” lantas dengan spontan Hoseok menendang jauh-jauh kepala Hyungwon bak tengah bermain sepak bola.

[6th] Telepon

Malam ini Hoseok harus menghelus dada lagi. Pasalnya; banyak laporan keuangan sekolah yang belum rampung dan harus diberikan esok pagi. Salahkan saja Hoseok yang terlalu asik dengan dunianya sendiri—Hoseok masih belum bisa bangkit dari masa remajanya, omong-omong.

Jemarinya masih sibuk menari diatas keyboard akan tetapi nalarnya tengah terbang melayang, jauh memikirkan bagaimana Hoseok bisa bebas dari rentetan laporan—yang menurutnya sialan itu. Jemari Hoseok sudah terlalu pegal menari diatas keyboard, pikirnya; jika saat ini lelaki itu berada dirumah dan memegang stick PSP, mungkin akan menjadi malam paling menyenangkan yang pernah ada.

Sesekali Hoseo mengumpat dalam hati dan mengutuk diri, mengapa aku harus mengajukan lamaran sebagai pegawai tata usaha?

Kring…….kring…..

Suara telepon menginterupsi. Dengan spontan Hoseok lantas mendekatkan gagang telepon ke indera pendengarannya. Serangkaian format balasan sudah Hoseok lontarkan seraya maniknya melirik-lirik contekan kecil yang tertempel dimeja. Namun, yang diseberang sana hanya bergeming. Mendengarkan suara hembusan nafas yang seketika membuat bulu kuduk Hoseok bergidik.

Spontan saja, Hoseok menutup telepon itu; jangan lupakan perihal kardio Hoseok kini berdegup dengan sangat kencang.

Kring……Kring…….

Lagi dan lagi. Kali ini sudah kali kelima suara telepon menginterupsi. Kesabaran Hoseok pun sudah habis. “Jika ingin bermain-main, tolong telepon layanan—”

“Hoseok-a..” Suara lirih pemuda diseberang sana menginterupsi. Membuat Hoseok bergeming sejenak. Bukan karena ingin, hanya…. Hoseok seperti mengenal—

.

“Hoseok-a, tolong ambilkan kepalaku yang menggelinding..”

-fin.

#np: Come out and play:

  1. Mungkin dari pada creepypasta ini lebih ke-kripik singkong, dan ini gak layak baca banget karena kurasa level absurdnya udah tinggi banget T-T
  2. Thanks to Kak Gy yang udah bikin prompt bagus (here) dan bisa memberiku sedikit imajinasi buat ngembangin drabble 2 sentencenya! :3
  3. Imajinasi-imajinasi lainnya berasal dari creepypasta yang pernah aku baca dengan mengembangkan poinnya jadi cerita versiku.
  4. Aku enggak bermaksud bikin Wonho jadi nista begini…. serius.

 

jihyeon

Advertisements

Author:

Ji Hyeon | 98L | Seokjin biased.

12 thoughts on “[1st Walkin’ in The Brain] How Can? (Drabble-Mix)

  1. KAKJI AJU NAIS SUPER DUPER KAMVRET AKU KAGET LOH LAGI PAKE HEADSET TAUNYA ADA MUSIK HOROR MUNCUL SYEM SYEM SYEM KUMAU NEBAS KAKJI PAKE CLURIT DULU KEMARILAH KAKAKKU SAYANG……..

    TENGS KAK AKU NGE-FREZEE PAS BAGIAN HYUNGWON NANGIS EH TAUNYA DIA UDAH KEPENGGAL SYEM ASELI AKU MERINDING HUH HAH HUH HAH

    BTW KAKJI EMANG WARBYAZAH DAH LANJUTKAN SAIKO HORORNYA KUMAU NYEBUR SUMUR DOLOOOOOOOOOO

    Liked by 1 person

    1. HE HE HE KAN UDAH KU BILANG PAKE BGM CREEPY BIAR KRIPIK SINGKONG INI KERASA KERIPINYA KAKDON HE HE HE ADUH AKU GASUKA CLURIT PAKE YANG LEBIH EKSTRIM BISA GA KAKDON HE HE HE
      SEJUJURNYA KU TAK INGIN MENISTAKAN MEREKA BERDUA TAPI YA APA DAYA MEREKA PATUT DI NISTAKAN /EH/
      BAY BAY DON SIAPA TAU NEMU KEPALA HYUNGWON DI SANA /GAK/ TENGKYU DAH MAMPIR SINI KAKDON MUAHH ❤

      Liked by 1 person

  2. ji aku mampir nih hohoho
    astaga sian amat si wonho kudu ketemu sama dedemit terus huhu sini peluk dulu mas 😦 /ga nad/
    btw aku mau ngasih beberapa koreksi:
    – ada beberapa kata depan ‘di-‘ dan ‘ke-‘ yang harusnya penulisannya dipisah dengan kata setelahnya karena menunjukkan tempat, seperti ‘di saku’, ‘di sekolah’, ‘di ruangan’, ‘ke bawah’, dan sebagainya
    – orang-orangpun –> harusnya dipisah juga (orang-orang pun)
    – kata ‘mengoar’ dan ‘sekelebit’ aku cari di kkbi kok nggak ada ya? mungkin maksudnya ‘menguar’ dan ‘sekelebat’?
    – loby –> di kbbi adanya ‘lobi’, atau kalau mau pake bahasa inggris jadinya ‘lobby’
    – ada kata sapaan ‘pak’ yang nggak dikapital
    buset cerewet banget aku HAHAHAHA padahal fiksiku juga belom ada apa-apanya 😦 semoga berkenan sama koreksianku ya sayang ^^ feel free to tell me kalo misal ada yang salah sama koreksianku hoho
    but overall it’s aju naiseu! 😀 keep writing ji ❤ ❤ ❤

    Like

    1. Hai kak Nadya huhu mampir kesini juga /.\

      Masukan yang sangat membantu kakNad nanti ini aku revisi lagi ficnya kalau ada waktu XD btw makasi ya kak Nad udah mampir ke siniiiii❤❤❤❤❤❤❤

      Like

  3. dapet notif dan berakhir ke lapak ini.
    well Ji, ini keren kok, serius!
    kamu makin sini makin kripi ya nak. yha.
    tapi maap pas awal-awal aku sempet bayangin wonho pake baju pns wakakak gara-gara dia di sini jadi pegawai TU. dan sialnya, wonho berbaju pns terus aja kebayang sampe drabble terakhir wakakak.

    Liked by 1 person

      1. Waksss maklum kak lingkungan membuatku jadi kripi/? /plak/ btw tenkyu kakgy udah bilang ini keren padahal kripik banget….. XD kalau gapake musik gak kerasa kak biar ada lah creepynya/? tengkyu dah berkunjung kakgy ❤

        Like

  4. “Pak, mau kemana? Ambilkan dulu bola mata saya!”
    ^
    HAHAHAHANJAY BER NGEKEK SAMPAI TERJUNGKAL DI BAGIAN INI JI. TENGS. Apa ini………….. semuanya kripik goreng dan horror wkwkw. Good luck buat dapet penghargaan dari budir yha Jiiiii. bhak :3 /lalu ber ditimpuk budir en/

    Liked by 1 person

Leave a comment >>

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s