Posted in Friendship, General, Vignette

[Vignette] Afternoon at Bon

Afternoon at Bon.

[Monstax] Shownu ; Minhyuk & [OC] Chayoung ; Aehyun

G – slice of life, friendship.

ashaxchanx © 2015

“Berisik.”

Chayoung sengaja meminta temannya untuk datang menemui bukan di headquarters Chae & the Company, melainkan di Bon Health Center yang letaknya sekitar enam sampai tujuh kilometer dari apartemen si gadis yang beberapa hari menelepon mengenai urusan tempat tinggal. Hari ini memang jadwal Chayoung pergi treadmill, bukan sekadar ingin pamer bahwa ia bukan perempuan yang tinggal serba mewah dan memiliki segalanya tapi tetap harus menjaga performa tubuhnya dengan baik. Ia tahu betul kalau temannya itu suka sekali menyindir soal gaya hidupnya yang sedikit—banyak—kurang sehat. Chayoung bukan tidak suka berolahraga, ia hanya tidak suka ide pekerjaan yang melelahkan dan menguras keringat. Mungkin, treadmill dan yoga adalah dua pengecualian.

“Ya, ya, ya tentu saja pacar yang lebih mirip pengawalmu itu akan marah mengenai kenyataan kau tinggal dengan  laki-laki, bodoh. Bukankah aku sudah pernah mengatakan hal ini?” Chayoung mengikat tali sepatunya lebih kencang. “Satu, Hyunwoo bukan pacarku. Dua, dia memang bodyguard. Tiga, sampai kapan kau akan terus bicara di telepon? Aku sudah di Bon. Sebaiknya kau cepat datang karena aku ada rapat dengan klien sejam lagi. Empat, kau tahu betul kalau klien  lebih penting daripada pertemanan kita. Hahaha.”

Setelah memutuskan sambungan telepon, Chayoung berjalan menuju areal treadmill dan meregangkan otot-otot kedua lengannya agar tidak terlalu kaku. Baru saja ia akan menapaki kakinya dan menyetel kecepatan, sebuah teriakan dari arah barat membuat gadis itu terkejut. Sontak menoleh secara reflektif, mata Chayoung  terbelalak—melebar dan ia tiba-tiba merasa pusing. Chayoung merasa kedua kakinya kehilangan kekuatan, gadis itu berusaha keras mengalihkan pandangannya. Ia menutup mata, dan berbalik badan.

Sebidang dada berpeluh, tanpa balutan kain menangkap tubuh Chayoung yang melemas. Pemuda itu heran. Namun beberapa pertanyaan yang ada di benaknya saat itu, tak bisa langsung ia utarakan. Gadis itu—Chayoung—sudah tak sadarkan diri.

*

“Benar-benar keterlaluan.” Gadis bertubuh pendek mondar-mandir. Ia hanya sedikit terlambat sepuluh menit akibat tangki mobilnya harus diisi bensin atau ia harus mendorong Minicooper hijau mint-nya di jalanan yang tentu akan membuatnya terlambat lebih dari sekadar sepuluh menit.

Tetapi teman yang seharusnya sedang berlari-lari kecil—menghabiskan waktu, selain berbelanja dan keliling dunia—di papan treadmill, justru tidak ada. “Jangan bilang eonni itu bersungguh-sungguh soal klien yang lebih penting dari pertemanan kita? O, keterlaluan sekali.”

“Permisi, ada yang bisa saya bantu?” seorang pemuda berjalan mendekat, melihat gerak-gerik mencurigakan yang juga melelahkan gadis itu.

Aehyun—gadis yang ditanyai, tersenyum kecil. “Saya mencari teman. Tapi sepertinya dia sudah pergi karena, ya, dia tidak ada di sini. Omong-omong, apa anda melihat perempuan ini? Saya khawatir dia hanya mengerjai saya.” Ia menggeser layar ponselnya untuk menunjukkan foto temannya.

Pemuda itu menahan tawa.

“Kenapa?”

Pemuda tu berdeham. “Tadi, ada laki-laki bertubuh tinggi gempal yang membawanya pergi. Mungkin pengawalnya? Karena saya sempat dengar pemuda itu bicara soal meeting atau rapat dengan klien dari Austria.”

Aehyun mendesis. “O, Shownu oppa. Ya, teddybear-nya si gadis sinting yang membuatku datang ke sini sia-sia. Benar-benar keterlaluan. Mereka lebih mementingkan rapat dengan klien Austria daripada aku? Temannya sendiri. Wah, wah, mereka harus diberi pelajaran.”

Kemudian ia menghela napas, “Terima kasih banyak. Apakah anda instruktur yang bekerja di sini? Tapi.. sepertinya, bukan?” Aehyun mengamati tubuh pemuda itu dari ujung kepala hingga ujung kaki.

“Saya Minhyuk. Tapi biasa dipanggil Ming. Bon adalah milik bibiku, aku hanya iseng main-main ke sini kalau ada waktu senggang.” Pemuda itu, menggaruk-garuk tengkuknya salah tingkah.

Aehyun manggut-manggut. “Ya, ya, ya. Terima kasih  banyak, Ming-ssi. Sampai jumpa lagi.” Lantas gadis itu beranjak meninggalkan tempat.

*

Hyunwoo berkacak pinggang. Ditatapnya Chayoung yang setengah berbaring di ranjang UGD Rumah Sakit Universitas Konkuk. “Bagaimana bisa kau membiarkan dirimu pingsan di dalam dekapan laki-laki asing bertelanjang dada? Kau tahu, aku harus berputar-putar naik turun headquarters Chae & the Company hanya untuk mencari asistenmu—yang ternyata suka sekali menggoda sekretaris HRD—dan menyerahkan profile documents dan MOU klien Austria yang seharusnya kautemui sore ini tapi kau justru pingsan di dekapan laki-laki bertelanjang dada yang tidak kau kenal?!”

Chayoung menarik napas panjang. “Oi, oi. Sebenarnya kau ini marah karena apa? Karena aku pingsan di dekapan laki-laki itu, atau karena kau kelelahan naik turun gedung perusahaan ayahku? Bicaralah yang jelas.”

“Dua-duanya!”

Chayoung mengangkat bahu. “Kalau kau marah karena kelelahan berputar-putar mencari asisten Han, itu kesalahanmu sendiri. Kau kan bisa bertanya pada para perempuan cantik—yang kaupuji beberapa hari lalu—di front desk dan meminta nomor telepon asisten Han. Lalu, kalau kau marah karena aku pingsan di dekapan laki-laki tidak berpakaian, itu bukan kesalahanku. Seandainya aku bisa memilih, aku lebih memilih pingsan dalam pelukan Wonbin, tahu! O, jangan, Wonbin sudah punya pacar. Sebaiknya dalam pelukan Seo Inguk saja. Dadanya lebih meyakinkan daripada laki-laki asing tadi!”

“Wah, wah, wah, kau bilang itu tidak sengaja tapi kau bahkan ingat bagaimana dadanya?” Hyunwoo masih menggerutu panjang pendek.

Chayoung mengangkat kakinya dan menendang pundak Hyunwoo. “Itu karena aku biasa memukul punyamu! Memangnya dengan dada siapa lagi harus kubandingkan? Dada Hyungwon yang sepertinya kena satu hantaman sudah membuat patah rusuk-rusuknya? Duh.”

Hyunwoo mendengus. “Lagi pula, berapa persen sih, kemungkinan bertemu dengan darah di Health Center? Bisa-bisanya kau melihatnya hari ini.”

Chayoung mengangkat bahunya tidak tahu. “Ada orang yang kakinya kejatuhan beban, sepertinya selip saat ia akan mengangkat beban itu dengan tangannya. Kakinya terluka dan mengucurkan banyak darah.”

Hyunwoo berdecak. “Lain kali, jika ada orang berteriak sebaiknya abaikan saja. Tidak usah bersikap peduli, lebih baik kau dianggap berhati dingin dari pada harus membuatmu merasa mual dan pingsan karena melihat darah. Apalagi di tempat umum.”

“Ya. Sebaiknya begitu.” Chayoung membenarkan.

Hyunwoo mengerutkan keningnya. “Tapi, omong-omong. Apa kau datang ke Health Center dengan pakaian seperti ini?” Chayoung menatap sleeveless dan celana pendek selutut ketat yang ia pakai. “Kenapa? Bukannya orang-orang juga memakai pakaian seperti ini kalau pergi berolah raga?”

Hyunwoo memutar bola matanya.

“Besok aku harus pergi ke Bon. Aku harus tahu siapa yang menolong dan membawaku ke sini. Setidaknya, aku bisa memberikan beberapa kupon free meal di Peterpan’s. Bistiknya luar biasa enak,” Chayoung mengayunkan tangannya, membuat infusnya bergerak beberapa senti.

“Tidak usah.”

“Kenapa?”

“Aku sudah memberinya voucher belanja di outlet Hyungwon,” jawab Hyunwoo seadanya. Chayoung menepuk-nepuk pundak pemuda itu, merasa bangga. “Wah, Son Hyunwoo, robot nasional Korea ini, ternyata punya sense juga.”

“Berisik.” [ ]

.

.

.

©2015


Advertisements

Author:

i write to express not to impress, to tell people the way how i become immortal, to find an endless happiness and how to travel the time. i was born to beat, indeed.

2 thoughts on “[Vignette] Afternoon at Bon

    1. Akhirnya aku kembali wkwk. Dan demi apa aku ngakak, hahahaha anjay Chayoung bagaimana rasanya jatuh di pelukan dada bidang laki-laki lain? Kenapa gak jatuh di dada bidang dan kekarnya Daddy Shownu ae, kan lebih aduhai /gak/.
      Terus terus aciya Minhyuk pertama kali ketemu Aehyun kenapa jadi salting gito duh.
      Dan eh btw Daddy Shownu kalo cemburu kok super imut gitu, minta dijitak, jadi mau ngekek kalo inget muka nistanya 😂 /gak/dikeplak/

      Yosh kaksha! Niceuuu~ Keep writing! ^^

      Liked by 1 person

Leave a comment >>

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s