Posted in Comedy, Fluff, Friendship, Hurt/Comfort, Romance, School Life, Teenager, Vignette

[Vignette] Plester Cinta

Jooheon One the K
Cr Pic ; DeokspatchX 1theK

Plester Cinta

[Fanfiction] A Vignette Storyline By Berly ©2016

Starring : [Monsta X’s] Lee Jooheon and [Twice’s] Im Nayeon.  Another Cast ; [Monsta X’s] Im Changkyun, Lee Minhyuk, and [Twice’s] Zhou Tzuyu.

| Comedy, Romance, Fluff, Friendship, School-life, a little bit Hurt/Comfort | Teen to up | Vignette (1900+ words) |

I Just own the plot! No plagiarism! And Happy Reading!
(Pernah dipost di blog pribadi.)

.

Jooheon jadi tambah imut dan … lucu?

.

.

Lee Jooheon, dengan seragam olahraga jersey khusus kelasannya kini sedang bersiap pemanasan di tengah lapangan indoor bersama team-nya untuk bermain futsal. Acara pertandingan class meeting antar kelas sudah digelar sejak tiga hari lalu, dan team kelasan Jooheon sudah berhasil melaju hingga ke babak final. Tidak ingin perjuangannya sia-sia, Jooheon dan teman-temannya terus berlatih keras saat pemanasan berlangsung.

Im Nayeon, selaku panitia lomba class meeting—sekaligus murid satu kelas dengan team futsal Jooheon, begitu bersemangat dan sangat berharap bahwa kelasan mereka akan menang pertandingan, hingga membawa piala dan hadiah kebanggaan untuk wali kelas tercinta di hari ini. Nayeon perlu memerhatikan semua anggota team futsal kelasannya, terutama untuk Jooheon, karena menurut Nayeon, posisi Jooheon sangatlah penting di dalam team, apa lagi sejak kemarin kaki Jooheonlah yang paling banyak menggolkan bola ke gawang lawan. Jadi tak heran jika atensi Nayeon—atau mungkin atensi banyak orang—sekarang sering tertuju pada sosok Jooheon. Padahal, Nayeon jarang sekali memerhatikan seseorang sampai sebegitunya.

“Nayeon-a, kau harus ke ruangan Pak Shin di gedung sekolah sekarang bersama Tzuyu. Kalian berdua disuruh Pak Shin untuk membantunya sebentar, katanya.” Ucap seseorang teman panitianya—ketua panitia—yang bernama Lee Minhyuk menyapa rungu gadis itu.

“Oh, Minhyuk Sunbae, apa tidak bisa ada yang menggantikanku dulu? Sebentar lagi team futsal kelasanku main. Aku ingin melihatnya, jebal.” Nayeon merengut, namun Minhyuk tetap menggeleng.

“Kalau bisa kugantikan, sih, kugantikan, Nay, tapi Pak Shin sedang ada perlunya denganmu dan Tzuyu saja. Jadi cepatlah ke sana, Tzuyu sudah menunggumu di depan gerbang masuk tempat lapangan indoor ini, omong-omong.” Kata Minhyuk lagi menjelaskan.

“Tzuyu?” Nayeon berpikir sejenak, ada rasa tidak rela merundungi kalbunya, tapi, mau bagaimana lagi, inilah risikonya menjadi seorang panitia lomba. Sibuk. Hingga harus merelakan tontonan seru yang menurutnya penting bagi kelasannya sendiri.

“Hanya sebentar, kok, Nay, tidak begitu lama.” Kata Minhyuk lagi meyakinkan kala laki-laki itu menyadari ekspresi merengut milik seorang Nayeon tak jua sirna.

“Mmm … baiklah aku mengerti, Sunbae.” Putus Nayeon pada akhirnya, lalu gadis imut bergigi kelinci itu pun berlalu pergi meninggalkan lapangan indoor futsal ke gedung sekolah yang tak jauh dari tempat ini.

Nayeon harus cepat menyelesaikan tugas yang disuruh Pak Shin, maka dari itu Nayeon dengan segera menghampiri Tzuyu yang sudah menunggu kehadirannya di dekat gerbang masuk.

Setelah Nayeon dan Tzuyu bertemu dengan Pak Shin, nyatanya memang benar hanya keperluan yang sebentar, membuat Nayeon cukup girang akan hal itu, makanya Nayeon terlihat buru-buru ingin kembali menuju lapangan futsal indoor lagi.

Namun di jalan sebelum kembali ke lapangan, ketika Nayeon berniat untuk membeli beberapa botol besar air mineral berukuran 1 liter sebanyak tiga biji (Nayeon benar-benar perhatian pada anggota-anggota team futsal kelasannya kini), secara tak sengaja lengan Nayeon tergesek suatu plastik tajam di dalam toko itu. Hingga menggores sebuah luka kecil di lengan mulus putihnya dan muncul sedikit cairan merah dari dalam.

Tzuyu sempat terkejut juga cemas, namun cepat-cepat disangkal oleh kegiatan Nayeon yang kini tengah memasangkan plester kuning bermotif Doraemon lucu—plester yang sangat mendadak dibelinya di dalam toko tersebut—pada lengannya yang luka.

“Wah, plesternya lucu banget, Nay.” Kata Tzuyu lega, seraya mengumbar senyuman manis.

“Yah, setidaknya luka gores ini tidak terasa sakit lagi karena motif plesternya yang lucu, ‘kan? Ayo, Tzuyu, kita harus segera ke lapangan lagi, ini sudah setengah pertandingan dari team kelasku bermain, aku sangat penasaran!” Ucap Nayeon kembali bersemangat, tersenyum lebar seraya menenteng dua botol air mineral di kedua tangannya. Tzuyu juga ikut membantunya membawakan botol mineral itu.

Ketika Nayeon dan Tzuyu sudah sampai di tempat tujuan, benar saja, team kelasan Nayeon tengah beraksi di lapangan melawan team kelasan lain yang juga berhasil masuk ke babak final. Dengan mudah Nayeon menemukan sosok Jooheon yang kini tengah berlari gesit menggiring bola di depan—ke arah gawang lawan. Team kelasan Nayeon memimpin dengan score angka 4-3, membuat Nayeon merasakan kelegaan.

Namun ketika baru saja Nayeon akan berteriak-teriak untuk menyemangati teman-temannya itu, terutama untuk menyemangati Jooheon, tahu-tahu Jooheon seakan dengan sengaja ditabrak kasar tubuhnya oleh pemain lawan. Hingga membuat raga Jooheon limbung kehilangan keseimbangan dan kehilangan giringan bolanya karena kesakitan. Laki-laki berlesung pipi itu meringis memegangi sebelah bahu kanannya yang berbenturan dengan permukaan lantai keras berlapiskan rumput plastik.

Dan yang anehnya, wasit tidak meniup peluitnya akan kejadian tidak sportif itu, benar-benar membuat Nayeon jadi geram. Akhirnya ketika di detik-detik babak pertama berakhir, score di antara keduanya berubah jadi setara empat sama—alias seri. Meski begitu, setidaknya masih ada babak kedua, dan team kelasan mereka masih mempunyai kesempatan untuk bisa menjadi unggul dan memenangkan pertandingan.

Jooheon dan anggota-anggota yang lain sudah bekerja keras, lihat saja ketika mereka keluar dari lingkup lapangan ditemani oleh cucuran keringat yang membanjiri. Lalu dengan tersenggalnya napas, mereka duduk di pinggir lapangan—yang terpisah oleh sekat jaring hijau di setiap sisi lapangan berumput imitasi itu. Ketika Jooheon dan teman-teman pemain lainnya datang, Nayeon langsung menghampiri, lalu memberikan mereka minuman yang telah dibelikan khusus oleh Nayeon tadi.

“Jooheon-a, kau tidak apa-apa?” tanya Nayeon sedikit cemas tatkala menyadari Jooheon masih memijit-mijiti sebelah bahunya dengan tangannya sendiri. Tampaknya benturan itu cukup keras sampai-sampai membuat pipi kanan Jooheon ikut tergores rumput imitasi, karena pipinya juga ikut menjadi tumpuan beban ketika Jooheon terjatuh.

Sejemang pemuda itu mendongak, menatap polos wajah Nayeon—yang kini tengah memerhatikannya, “T-tidak, aku tidak apa-apa, kok, Nay.” Jawab Jooheon berusaha bersikap biasa.

Kalian tahu? Baru kali pertama ini rasanya Jooheon diajak bicara oleh seorang Nayeon—yang selama ini Jooheon kenal mempunyai image terlampau cuek. Ya. Di mata Jooheon saat pertama kali tahu kalau dirinya sekelas dengan Nayeon—si gadis pintar dan cukup tenar. Menurutnya, Nayeon adalah gadis yang cukup cuek, namun sangat lucu jika sedang tersenyum. Bahkan Jooheon sendiri sempat merasakan perasaan segan jika ingin berbicara sedikit-banyak dengan Nayeon. Lagipula siapa Jooheon? Dirinya hanyalah anak bandel terjahil di kelasnya, murid terberisik di kelasnya, sering berbuat onar bersama sahabat-sahabatnya di sekolah. Jooheon mengira, mungkin Nayeon akan merasa risih dengan hal itu. Secara, Nayeon, ‘kan, wakil ketua kelas di kelas mereka. Yah, kalian pasti tahulah, biasanya sikap-sikap pengurus di setiap kelas itu tidak akan terlalu suka dengan sikap anak-anak bandel yang berisik seperti Jooheon.

“Eh, itu!” Pekik Nayeon saat menyadari ada luka goresan di pipi Jooheon. Jooheon sedikit terkejut saat Nayeon menunjuk ke arah wajahnya. Laki-laki itu hanya memilih bungkam memerhatikan apa yang tengah Nayeon lakukan di hadapannya.

Nayeon beringsut cepat mencari tisu, lalu merogoh kantong saku seragamnya. Didapatinya sisa satu plester berwarna kuning bermotif Doraemon—plester serupa dengan plester yang sudah menempel di lengan Nayeon yang luka tadi. Ya. Plester itu adalah plester yang dibelinya dengan uang pas di toko yang sama kala ia membeli botol air mineral. Tidak usah dapat uang kembalian karena plester yang dibeli Nayeon memang modelnya sepasang.

Nayeon dengan sigap mengelap keringat Jooheon dengan tisu yang didapatnya, lantaran keringat Jooheon masih terus mengalir di daerah luka—di pipi pemuda itu. Nayeon berusaha membersihkannya, kemudian langsung menempelkan plester kuning tersebut pada pipi kanan atas Jooheon.

Jooheon sedari tadi hanya terus melebarkan mata sipitnya, ia benar-benar tidak menyangka kalau Nayeon akan melakukan hal demikian untuknya. Ada angin apa? Kenapa Nayeon perhatian sekali padanya?

“Itu, pipimu luka. Pasti karena benturan keras tadi itu, ‘kan? Huh, kurasa orang yang menabrakmu tadi itu pasti sengaja melakukannya,” gerutu Nayeon sebal, di detik berikutnya gadis itu seketika tersenyum pada Jooheon,

“Lihatlah, plesternya lucu bukan? Kebetulan aku membelinya dua, yang satu kupakai di sini. Saat menyadari pipimu ternyata luka, jadi daripada satu plesternya tak terpakai, kuberikan saja untukmu, Jooheon-a.” Sambung Nayeon sembari menunjukkan luka barunya juga di lengan hasta bawahnya pada Jooheon.

“Yah, setidaknya luka gores ini tidak terasa sakit lagi dikarenakan motif plesternya yang lucu, bukan?” kata Nayeon lagi menyemangati Jooheon, gadis itu ingat tentang perkataannya sendiri akan motif plester lucu pada Tzuyu. Itu mungkin bisa dijadikan sebuah motivasi.

Jooheon mengangguk-angguk pelan, menyadari perhatian demi perhatian dari seorang Nayeon padanya.

“Terima kasih, Nay.” Ungkap Jooheon singkat tak sengaja menunjukkan kedua lesung pipinya pada Nayeon. Nayeon pun mengangguk lalu ikut balas tersenyum pada Jooheon, dan entah kenapa, hal itu sukses membuat degup jantung Jooheon berdebar tak karuan dari biasanya. Padahal, ‘kan Jooheon tengah beristirahat saat ini, tidak sedang berlarian mengejar bola. Harusnya detak jantungnya sudah mulai berangsur stabil sejak tadi. Tapi yang dirasa Jooheon detik ini malah degup jantung yang semakin berdetak cepat layaknya orang yang tengah dikejar-kejar hantu. Astaga Jooheon, Nayeon bukan hantu!

“Omong-omong, kenapa lenganmu bisa terluka?” tanya Jooheon penasaran saat lelaki itu telah selesai meneguk cairan mineral yang kesekian kali dari dalam botol—yang juga adalah pemberian dari Nayeon.

“Ahh ini, entahlah, mungkin aku terlalu bersemangat tadi untuk menonton pertandingan, jadi saat aku membeli air, aku tak sengaja menyenggol plastik-plastik tajam di toko Paman Ahn. Hanya tergores sedikit di lengan bawah, tidak masalah kok, sudah tidak apa-apa berkat plester Doraemon ini.” Jawab Nayeon seadanya kembali tersenyum lantas mengempaskan bokongnya di ruang bangku tepat di sebelah Jooheon duduk.

Juheon mengangguk mengerti akan penjelasan Nayeon untuknya.

“Waah, Nay. Aku juga mau dong dikasih plester bermotif imut darimu. Aku juga luka di sini soalnya, Nay.” Suara salah seorang anggota team futsal kelasan Nayeon dan Jooheon tiba-tiba menyeruak muncul, namanya Changkyun, lelaki yang menyandang status sahabat karib Jooheon itu menunjuk-nunjuk dadanya dengan ekspresi wajah sakit yang dibuat-buat—mengisyaratkan pada Nayeon bahwa Changkyun tengah merasakan sakit juga di dalam hatinya. Changkyun curhat.

Jooheon melirik risih—sebal ke arah Changkyun yang tahu-tahu datang merangkul bahu Jooheon, lantas langsung berbicara yang aneh-aneh. Oh ayolah Changkyun, kendalikan image konyolmu itu di depan gadis cantik seperti Nayeon. Batin Jooheon sedikit gelisah akan ikut menimbrungnya Changkyun pada obrolan ini.

“Changkyun-a, sayang sekali, aku hanya membelinya dua. Sudah kupasang di sini dan di situ. Jadi kurasa hatimu tidak bisa kuplester juga, maaf ya.” Jawab Nayeon sembari menunjukkan luka lengannya dan luka di daerah pipi Jooheon untuk meladeni ledekkan seorang Changkyun.

Changkyun sontak terkagum-kagum, “Wahh, plesternya sama! Itu pasti adalah plester special yang kau dapat dari seorang Nayeon, Jooheon! Kau sungguh beruntung, Jooheon-a. Kau harus memenangkan pertandingan ini, untuk kelas kita, terutama untuk Nayeon yang telah mau repot-repot memberikanmu ‘plester cinta’. Yah, bisa dibilang, itu adalah plester couple, lho!” Changkyun kembali melontarkan banyolan konyol seraya bertepuk tangan seorang diri.

Semburat rona merah samar-samar terpatri di pipi Nayeon kala Changkyun menyebutkan kata ‘plester cinta’ berikut ‘plester couple’. Begitu pun yang dirasakan Jooheon, pipi Jooheon juga memanas, namun Jooheon mencoba menutupinya dengan memasang cengiran garing, datar khas miliknya, yang lagi-lagi selalu memperlihatkan kedua lesung pipinya yang imut.

“Ha ha ha ha ha, Changkyun kau sungguh lucu sekali, ha ha ha ha ha.” Suara tawa sember Jooheon menggema menimpali kekonyolan Changkyun.

“Mungkin kau benar, Changkyun-a. Ini adalah plester couple. Aku tidak sengaja membelinya satu pasang di toko. Dan tampaknya plester pasangan dari plesterku ini telah menjadi milik Jooheon sekarang.” Ucap Nayeon kembali menimpali. Dan perkataannya sukses membuat degup jantung Jooheon kian bergemuruh.

Ciee ciee. Uhuk ... aku benar-benar iri,” kata Changkyun masih berupaya untuk menggoda keduanya, namun yang merasa terinterupsi hanyalah Jooheon seorang sepertinya, “Lihatlah, plester imut itu sangat cocok dengan wajah imutmu, Jooheon-a. Noumu gwiyowo~!” Sambung Changkyun sembari tertawa geli menyentuh satu sisi lesung pipi Jooheon lalu mendorongnya gemas. Alih-alih merespon, Jooheon malah memasang wajah datarnya untuk Changkyun.

“Kau benar Changkyun! Jooheon jadi tambah imut dengan adanya plester itu, bukan? Hahaha, lucu sekali.” Nayeon tertawa bersama Changkyun, sedangkan Jooheon mendadak terpaku kala mendengar ucapan Nayeon barusan, apa tadi kata Nayeon?

Jooheon jadi tambah imut dan … lucu?

Kemudian Jooheon memilih ikut tersenyum lebar bersama Changkyun dan Nayeon. Entahlah, Jooheon mendadak merasakan senang ketika Nayeon bilang bahwa dirinya imut dan juga lucu.

Nayeon mengerling ke arah Jooheon, Jooheon pun tak sengaja menolehkan pandangannya lagi ke arah Nayeon, hingga pandangan mereka berdua kembali saling bersirobok. Jooheon kontan tersenyum lebar lagi ke arah Nayeon, hingga kedua lesung pipi bersama pipi tembamnya kembali terlihat, juga tak tertinggal dua garis lengkung yang menyembunyikan kedua bola matanya sukses membuat seorang Nayeon kembali mengumbar senyuman geli. Nayeon tidak bohong, Jooheon memang imut dan lucu, kok; mirip dengan boneka Majin Buu goku pink milik sepupu laki-lakinya di rumah. Sungguhan deh.

Jooheon semakin gemas memandang Nayeon kala gigi kelinci Nayeon kini tersuguh jelas dipandangan Jooheon. Lucunya. Batin Jooheon bersama letupan-letupan kembang api yang bersemarak di hatinya. Oh hey, mungkin deretan gigi Jooheon akan kering sebentar lagi saking senangnya terus tersenyum.

Ternyata Im Nayeon, tak secuek dan sedingin seperti yang Jooheon kira selama ini. Malah justru sebaliknya, gadis itu sangat ramah dan perhatian.

Priiiiiit … Priiiitt ….

Peluit babak kedua akhirnya sudah dibunyikan, waktunya untuk Jooheon dan teman-temannya yang lain kembali beraksi di tengah lapangan. Tentunya Jooheon sangat bersemangat kala ia bangkit kembali dari tempat duduknya. Oh, mungkinkah itu karena kekuatan yang berasal dari ‘plester cinta’ yang kini bertengger manis di pipinya? Entahlah, Jooheon tak begitu yakin, mungkin memang ya. Ditambah lagi, tadi Nayeon kembali menyemangatinya juga anggota-anggota team. Jooheon tentu jadi sangat bersemangat sekarang!

Menggiring bola, sekon demi sekon, waktu berlalu sangat cepat. Dengan mudahnya Jooheon mencetak angka bersama teman-temannya yang lain. Changkyun juga sempat mencetak gol, omong-omong! Dan ketika peluit terakhir dibunyikan pertanda waktu permainan telah habis. Nayeon dan teman-teman kelasannya sontak bersorak-sorai gembira! Begitu pun team pemain Jooheon di dalam lingkup lapangan, mereka menang! Benar, kelasan mereka menang juara pertama!

Jooheon berlarian lalu berjoget ria ala pemain bola bersama Changkyun dan partner pemain lain. Sedangkan Nayeon melompat-lompat gembira bersama Tzuyu di pinggir lapangan di balik sekat jaring.

Jooheon melihat diam-diam ekspresi gembira Nayeon dari kejauhan. Entahlah, Jooheon punya semangat mendadak yang terasa meletup-letup dari mana? Ia rasa, plester bermotif Doraemon imut di pipinya itu adalah sumber semangat barunya saat ini. Eung … tidak, mungkin bukan hanya pengaruh dari plesternya, tapi pengaruh dari orang yang memberikan plester imut itulah yang merupakan sumber energi baru untuk semangatnya.

Plester cinta. Mungkin saja kembang api cinta juga sudah mulai memercik-mercikkan pendar yang ingin menyala di antara hati keduanya—Jooheon dan Nayeon. Takdir di masa depan, ‘kan siapa yang tahu?

.

.

FIN

tumblr_npl0l2vnNu1uu4ka5o1_500

Hai 🙂 , postan pertamaku di blog MFFI. Semoga suka, riview dari pembaca sangat dinantikan. Kenapa gak pake OC? Akibat terlalu malas cari OC baru buat Juhon /plak/ Lagian saya juga senang sama pairing ini, mba Im Nayeon Twice kan unyuuu. Mungkin di lain waktu yang entah kapan saya akan pake OC wkwkw.

Terima kasih buat yang sudah baca.
Berly~/pyong/

Advertisements

Author:

I shoudn't want you, but I do. I still write about you, anyway.

3 thoughts on “[Vignette] Plester Cinta

  1. HWALOOOO LALALA KU NADA/MINS #98 NICE TO MEET YOUUUU AWWW
    MIAPA AKU BACA JUDULNYA AJA UDA DEGDEG APALAGI PAS BACA JUDULNYA ‘PLESTER CINTA’ WKWKWK TRUS FOTO JUHONY NYAAAAA YA ALLOHHH :””””)))

    PAS BACA CRITANYA INI SIMPLE TAPI BERHASIL BIKIN AKU JEJERITAN MALEM2 GINI. PAS BAGIAN DIA BELOK BELOK ITUU UHHH UNYYYUUU PASTII TRUSS BAGIAN DIA DITEMPELIN PLESTER KUNING AH IBUUUKK HATIKUUU <33
    JUHONI SUNGGUH LWUCUUUU

    CERITANYA JUGA LWUCUUU KOK (meskipun aku ngeship Bobby-Nayeon) TAPI INI ASLI LWUCUUUUU CUCCUUULL! SUKAAAAA XD TRUSS LAGI KALO SEMISAL BNGUNG PAIRING JUHON SAMA SAPA?… SAMA AKU AJA NGGAK APAA DENGAN SENANG HATI NANTI LAPAKMU KU RUSUH IN LAGIII EHEHEHHE

    maaf ya ku tak bisa selow kalo masalah juhon ini :""")))
    NICE TO MEET YOU ANYWAY AND KEEP WRITING MWAAAHHH

    Liked by 1 person

    1. Haloooo XD , yaampun sampe jejeritan :”) makasih banyak sudah mampir ke ff receh ini yaaaa. Kepslocknya sungguh aduhai. JUHON EMANG IMUT BANGET X’). I know what you feel! Sekali lagi makasih dah mampiiiiiir~~~ ♡ XD XD XD

      Liked by 1 person

Leave a comment >>

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s